Menu

Berita Seputar Kesehatan

Informasi Terlengkap Mengenai Kesehatan Dan Gaya Hidup Sehat

Beberapa Kegiatan Yang Bisa Membuat Berat Badan Naik

April 20, 2016

Terlalu banyak makan, ngemil, ditambah jarang berolahraga memang bisa membuat angka timbangan bergerak ke kanan alias membuat bobot bertambah. Namun, tahukah Anda ada pula aktivitas lain dalam keseharian yang juga berkontribusi pada kenaikan bobot?

Nah, seperti dikutip dari Marie Claire, berikut ini kegiatan tak terduga yang bisa membuat berat badan naik.

1. Terlalu mengandalkan makanan untuk fitness

Protein bar, protein shake, atau pisang dengan selai almond bisa jadi makanan yang biasa dikonsumsi orang ketika nge-gym. Namun, studi dalam Journal of Marketing Research menunjukkan orang yang terlalu mengandalkan produk ini justru berpotensi merusak program penurunan berat badannya.

"Saat orang mengandalkan 'makanan fitness', mereka akan berpikir tidak perlu latihan lebih keras untuk mencapai tujuan mereka. Padahal, rutin berolahraga mutlak diperlukan untuk menurunkan bobot," tulis peneliti dalam laporannya.

2. Menikah sebelum lulus kuliah

Studi dalam Journal of Health and Social Behavior mengungkapkan bahwa orang yang menikah sebelum mereka mendapat gelar sarjana dari perguruan tinggi 65 persen lebih mungkin gemuk di kemudian hari dibanding mereka yang menikah setela lulus kuliah. Peneliti berasumsi perasaan 'lega' sudah menikah sebelum lulus kuliah bisa membuat seseorang tak terlalu peduli lagi dengan berat badannya.

3. Menggunakan internet berlebihan

Penggunaan internet berlebihan, termasuk di malam hari berdampak pada kenaikan bobot, demikian diungkapkan studi dalam Journal of Pediatrics. Bukan rahasia lagi jika berselancar di dunia maya membuat orang melakukan kegiatan sedentari (diam saja) ditambah dengan aktivitas ngemil. Untuk itu, disarankan kurangi waktu bermain internet setidaknya 30 menit di malam hari dan gunakan waktu itu untuk melakukan kegiatan lain yang lebih aktif atau tidur.

4. Menjadi secondhand smoker

Tak hanya kesehatan saja yang terkena dampak paparan asap rokok, tetapi juga berat badan. Seperti studi yang dipublikasikan di American Journal of Physiology: Endocrinology and Metabolism, paparan asap rokok pada perokok pasif alias secondhand smoker memicu perubahan sel yang membuat berat badan naik.

5. Kurang mengasup vitamin D

Studi dalam The American Journal of Clinical Nutrition (AJCN) menemukan wanita yang memiliki kadar vitamin D dalam darahnya pada batas sehat lebih mudah menurunkan berat badannya. Dalam studi itu, ditarik sebuah hubungan bahwa kekurangan vitamin D berkaitan dengan risiko kenaikan berat badan.

"Penyebab adanya kaitan ini belum dipastikan tapi beberapa ilmuwan berspekulasi bahwa reseptor vitamin D pada sel lemak bisa memberi tahu sel lemak kapan mereka harus dibakar menjadi energi atau disimpan sebagai salah satu faktor kenaikan berat badan," tutur peneliti.

6. Hubungan dengan pasangan yang berjalan baik

Menurut studi yang dipublikasikan dalam Health Psychology, hubungan dengan pasangan yang berjalan dengan baik selain bisa membuat seseorang bahagia dan puas, juga membuat mereka termotivasi untuk mengonsumsi makanan yang kurang sehat dan tidak berolahraga. Maka dari itu, penting sekali menciptakan hubungan yang baik dengan pasangan tapi juga tetap perhatikan bagaimana pola hidup Anda, ya

 

Sumber: Detik.com

Go Back

Comment